Thursday, November 23, 2017

Kabinet Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal Dan Program Yang di ...

Memuat Kabinet Kebinet Pada Masa Demokrasi Liberal, 7 kabinet pada masa demokrasi liberal, Kabinet Masa Demokrasi Liberal, Kabinet Demokrasi Liberal, Pengertian Kabinet Pada Masa  Demokrasi Liberal, - Kabinet Merupakan Wadah Pemerintahan, Dipegang Oleh Seseorang Yang Memegang, Mengatur, Kekuasaan Suatu Pemerintahan Dengan Tingkatan Lebih Rendah Dari Pada Presiden. Apapun  Yang Terjadi Pada Pemerintahan Semua Ditanggung Oleh Perdana Mentri Baik Dari Segi Renovasi, Pembangunan Dan Lain Sebagainya, Bedanya Sama Presiden Kalo  Perdana Mentri Memiliki Kekuasaan Pada Pemerintahan Sedangkan Presiden Memiliki Kekuasaan Terhadap Negara.

7 kabinet, sebutkan kabinet kabinet pada masa demokrasi liberal, kabinet demokrasi liberal, 7 kabinet pada masa demokrasi liberal, kabinet masa demokrasi liberal, kabinet kabinet pada masa demokrasi liberal, pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal, sebutkan 7 kabinet pada masa demokrasi liberal, kabinet pada masa demokrasi liberal, Alasan Lengsernya 7 Kabinet Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal, Akibat Lengsernya 7 Kabinet

Kekuasaan Presiden Dan Perdana Mentri ini Telah Tertuang Dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Serikat (UUDS) Tahun 1950 Yang Menyebutkan Bahwa, Presiden Sebagai kepala negara Sedangkan Kepala Pemerintah Dipegang Perdana Mentri. Tapi Sayangnya UUDS Tersebut Sudah Tidak Terlaksana Atau Berlaku Lagi Sejak Di Bentuknya atau Terbentuknya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Dalam Sistem Politik Liberal Banyak Sekali Permasalahan-Permasalahan Yang Banyak Menyebabkan Kekacauan Dimana-Mana, Salah satunya adalah di Pemerintahan. Ketika Seorang Kabinet Telah Terjabat Saat Itu Pula Banyak Sekali Suatu Kelompok Yang Ingin Menghancurkan Jabatan Kabinet Tersebut Sehingga Tidak Satupun Program Dari Masing-Masing Kabinet Yang Terlaksana, Mereka Semua Bersikap Oposisi (Saling Menjatuhkan) Untuk Memperebutkan Suatu Kekuasaan.

Dalam Sejarah Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal Terjadi Banyak Sekali Pergantian Kabinet Sebanyak 7 Kali Pergantian, Dengan Jabatan Masing-Masing Lamanya Adalah 1 Tahun. Jadi Setiap satu Tahun Kebinet Diganti-Diganti dan Diganti Lagi Sampai Dengan Kabinet Terakhir Pada Masa Demokrasi Liberal. Dan Berikut Saya Insya Allah Akan Uraikan Kabinet Tersebut, Semoga Bermanfaat dan  Menambah Wawasan Untuk Kita Semua. 7 Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal :

Kabinet Muhammad Natsir

Muhammad Natsir Terjabat Mulai dari Tahun 1950 Sampai Dengan 1951 (Lama 1 Thn), Moh. Natsir Merupakan Anggota Partai Masyumi Karena Kebanyakan Anggota Dari Kabinet Moh. Natsir Dari Partai Masyumi.`Pada Saat Terbentuknya Kabinet Ini Banyak Sekali Permasalahan yang Terjadi Baik Dari Permasalahan Dalam (Intern) Dan Permasalahan Luar (Ekstern). Permasalahan Dari Dalam Terjadi Akibat Dari Orang Pribumi Itu Sendiri Terutama Partai-Partai yang Kalah dalam Bersaing yang DIsebut Dengan Partai Koalisi ditambah Lagi Dengan Faktor Eksterm yang Semakin Menjadi-Jadi,

Banyak Sekali Program Yang Dibentuk Oleh Kabinet Moh. Natsir Ini, 5 DIantaranya adalah

  • Menggiatkan dan Megusahakan Keamanan Dan Ketentraman
  • Konsolidasi Untuk Menyempurnakan Pemerintahan
  • Menyempurnakan Organisasi Angkatan Perang
  • Mengembangkan Dan Memperkeuat Ekonomi Rakyat
  • Memperjuangkan Penyelesaian Masalah Irian Barat


Baik Dari 5 Program Dai Atas Mari Kita Uraikan 2 saja Diantaranya Yaitu Point Mengembangkan Dan memperkuat Perekonomian dan Memperjuangkan Penyelesaian Masalah Irian Barat. 

Baik Kita Bahas Progam Mengembangkan Dan Memperkuat Perekonomian Rakyat, Pada Masa Terjabatnya Kabinet Moh. Natsir Membentuk Yang Namanya Program Benteng Yang Tujuannya Untuk Memperbaiki Perekonomian Negara Indonesia Yang Semakin Memburuk.

Baca Juga : Kondisi Ekonomi Pada Masa Demokrasi Liberal

Dari Program yang Dibentuknya Ternyata Mengalami Kegagalan. Kegagalan Terjadi Dikarenakan Penduduk Pribumi Yang Tidak Bisa Bersaing Dan Selalu Berada Dalam Kehidupan yang Penuh Dengan Kemewahan. Dan Progam Selanjutnya Adalah Memperjuangkan Irian Barat, dalam Program Ini Juga Berakhir dengan Kegagalan Dikarenakan Pihak Belanda yang Tidak Bisa Di Ajak Runding Dengan Bangsa Indonesia Sehingga tidak Menghasilkan Apa-Apa. dan Akibat Kegagalannya Tersebut Akhirnya Selama Kurun waktu 6,5 Bulan Moh. Natsir Kembali Mengembalikan Kekuasaannya kepada Presiden Yaitu Pada Tanggal 21 Mei 1951

Kabinet Soekiman-Soewirjo 

Kabinet Soekiman-Soewirjo Ini Terjabat Mulai dari Tanggal 27 April 1951 sampai Dengan 3 April 1952. Dalam Kabinet Ini Ada 2 Orang Yang Terlibat yaitu Soekiman Dari Partai Masyumi dan Soewirjo Dari Partai PNI (Partai Nasional Indonesia) Sehingga Kabinet Ini Merupakan Kabinet Koalisi atau gabungan dari 2 Orang Yang Berbeda Partai. Program yang Dijalankan Adalah Program yang Telah Ada Terdahulu yaitu Program Kabinet Moh. Natsir. 

dalam Masa Jabatannya Kabinet Ini Juga Tidak Bertahan Lama, Sama Halnya Dengan Kabinet Moh. Natsir Yaitu Hanya Selama Satu Tahun saja Ini Dikarenakan Kecerobohan dan Kesalahan yang Dilakukan Oleh Mentri Luar Negeri Yaitu Ahmad Soebardjo, Yaitu Permasalahan Pertukaran Nota Kesefahaman Antara Mentri Luar Negri Ahmad Soebardjo Dengan Duta Besar Amerika Serikat Yaitu Marle Cochran, Yang Memuat Tentang Bantuan ekonomi Dan Militer Berdasarkan Ikatan Matual Security Act Yang Disingkat Dengan MSA.

Tindakan Yang Dilakukan Oleh Mentri Luar Negri Ahmad Soebardjo Ditentang Banyak Sekali Partai Politik, Bukan Hanya Partai Politik Luar Akan tetapi Dari Partai Dia Pun Menentang yaitu Partai Masyumi dan Partai PNI. Dari Dan Sebab Kejadian Itulah Kabinet Soekiman-Soewirjo Di Gulingkan Dan Kebinet Ini Berakhir Dalam Kurun waktu 10 Bulan saja.

Kabinet Wilopo

Kabinet Ini Terjabat Selama 1 Tahun yaitu Dari Tanggal 3 April 1952 Sampai Dengan 3 Juni 1953. Kabinet Wilopo Merupakan Kabinet yang Anggotanya Merupakan Dari Partai PNI (Partai Nasional Indonesia). Dimasa Jabatannya Banyak Sekali Permasalahan Permasalahan Berat Yang Dia Hadapi, Dan Lebih Parahnya Lagi Masalah Yang Terjadi Adalah Masalah Menghadapi Bangsanya Sendiri, dan Berikut Masalah-Masalah Tersebut. 

  • Terjadi Pertentangan Antara Parlemen (Mentri) Dengan TNI, Dan Kemudian masalah Ini Menyebabkan Penuntutan Yang Dilakukan Untuk Rakyat Untuk Membubarkan Parlemen
  • Terjadinya Pertikaian Antar Perwira Tinggi dalam Angkatan Darat, Pertikaian Tersebut Terjadi Akibat Upaya Pergantian Kepada Staf Angkatan Darat Yaitu Kolonel A.H Nasution Oleh Kolonel Bambang Soepeno Yang Didukung Oleh Presiden Soekarno
  • Timbulnya Gejolak Separatisme atau Gerakan (Penuh Amarah) Memisahkan Diri Di Daerah-Daerah, Ini Terjadi Diakibatkan Ketidak Seimbangan Alokasi Dana Keuangan Antara Pusat Dan Daerah


Dan Banyak Lagi Kejadian-Kejadian atau Peristiwa Yang Mengakibatkan Negara Indonesia Menjadi Kacau Balau. Dengan kondisi Yang Dialami Saat Itu Menyebabkan Kabinet Wilopo Hanya Bertahan Selama 1 Tahun dan Akhirnya Terguling Pada Tanggal 2 Juni 1953.

Selama Terjabat Ada Tiga Program yang Telah Di Buat Yaitu :

  • Mempersiapkan Pemilihan Umum
  • Upaya Mempersiapkan Pendidikan Dan Keamanan
  • Usaha Untuk Mengembalikan Wilayah Irian Barat


Kabinet Ali Sastroamidjojo 1

Kabinet Ini Terjabat Selama 2 Tahun 1 Bulan Kurang yaitu pada Tanggal 31 Juli 1953 Sampai Dengan Taggal 12 Agustus 1955. Kabinet Ini Terbentuk Setelah Dua Bulan Setelah Bergulingnya Kabinet Wilopo Dengan Situasi Masih Dalam Kekacauan dan Keamanan Yang Tidak Menentu, Anggota Kabinet Ini Adalah Dari Partai PNI yang di Dukung Oleh NU (Nahdatul Ulama). Program Kabinet Ini Adalah Meneruskan Program Kebinet Terdahulu (Wilopo), Langkah Yang Pertama Adalah Mempersiapkan Pemilihan Umum Dengan Membentuk Panitia Pemilihan Umum.

Sebab-Sebab Lengsernya Atau Jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo 1

  • Perekonomian Indonesia yang yang Semakin Merosot Atau Menurun, dan Inflasi (kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang).
  • Pertengkaran Antara Partai PNI dengan NU Sehingga mengakibatkan Menteri-Menteri NU Ditarik Oleh NU dari Kabinet Ali Pada Tanggal 20 Juli 1955


Prestasi Yang Dicapai Oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo 1 adalah Tercapai dan Terlaksananya Konferensi Asia-Afrika Pada Tanggal 18 April 1955. dan pada Tanggal 24 Juli 1955 Kabinet Ali Sastroamidjojo 1 Menyerahka Jabatannya Kepada Presiden Soekarno.


Kabinet Baharuddin Harahap

Kabinet Ini Terjabat Selama 8 Bulan Yaitu Dari Tanggal 12 Agustus 1955 Sampai Dengan Tanggal 3 Maret 1956. Awal mula Terbentuknya Kabinet Ini Adalah Ketika Terjadi Pertistiwa Saling Tarik Menarik dan tawar Menawar Antara Partai-Partai Politik Mengenai Kursi Mentri Di Kabinet, Ini Dikarnakan Kekacauan-Kekacauan yang Terjadi Pada Saat itu Sehingga Tidak Ada yang Berani Untuk Menjadi Kabinet.

Dengan Situasi Yang Membahayakan Itu Wakil Presiden Yaitu Moh. Hatta Langsung Mengambil Keputusan Dan Menunjuk Tiga Orang Formatur Untuk Menjadi Kabinet Yaitu Wilopo Dari Partai PNI, Soekiman danri Partai Masyumi dan Assaat Non Partai. Akan tetapi Belum Juga Berhasil Membentuk Kabinet dan Saat itupun Presiden Soekarno Sedang Melaksanakan Haji. Dengan Situasi Yang Seperti Itu Maka Wakil Kepala Predisen Moh. Hatta Menunjuk Baharuddin Harahap Dari Partai Masyumi Untuk Membentuk Kabinet. Program Pertama Diawal Jabatannya Ini Baharudin Membentuk Program Persiapan Pemilihan Umum Dan Mempersiapkan Panitia Pemilihan Umum. Akhirnya Pada Tanggal 28 Desember 1955 Dilaksanakan Pemilihan Umum Untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Tanggal 15 Desember 1955 Dilaksanakan Pemilihan Umum Untuk Badan Konstituante. dan Akhirnya Pemilihan Umum Berjalan Dengan Aman, Tertib dan Sukses. 

Kabinet Ali Sastroamidjojo II

Kabinet Ini Terjabat Selama 1 Tahun Kurang 6 Hari Yaitu Dari tanggal 20 Maret 1956 Sampai Dengan Tanggal 14  Maret 1957. Kabinet Ini Sama Seperti kabinet Soekiman Yaitu Hasil Dari Koalisi Partai, Bedanya Kalo Di Kabinet Ini Selain Koalisi Antara PNI dan Masyumi ada Juga NU Di Dalam Anggota Pemerinthannya

Program Kabinet Ali Sastroamidjojo II

  • Pembangunan Lima Tahun
  • Memperjuangkan Pembebasan Irian barat
  • Melaksanakan Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif Secara Konsekuen


Di Masa jabatannya Banyak Sekali Daerah Dipulau Jawa yang Tidak Puas Dengan Hasil Kabinet Ini, Banyak Yang Merasa Tidak Puas Mengenai Pembagian Keuangan Antara Pusat dan Daerah Karena Dirasa Tidak Seimbang, Mereka Beranggapan Bahwa Pembagian Keuangan yang dilakukan Oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo II Tidak Adil (Memihak Salah Satu). Dari Rasa Tidak Puas Itu Mereka Membentuk Dewan-Dewan Yang Bertujuan Untuk Menuntut Kabinet Ali Sastroamidjojo II Agar Menyerahkan Kekuasaannya Kepada Presiden Soekarno. Dan Berikut Nama Nama Dewan Tersebut

  • Dewan Benteng Si Sumatera Barat. Dewan ini Dibentuk Oleh Letnan Kolonel Ahmad Husaen Pada tanggal 20 Desember 1956.
  • Dewan Gajah Di Medan Pada Tanggal 22 Desember 1956 Oleh Seorang Kolone, Yaitu Kolonel Simbolon
  • Dewan garuda Di Palembang Oleh Kolonel Barlian Pada Tanggal 17 Januari 1957
  • Piagam Perjuangan Semesta (PERMESTA) Yang Dibentuk Oleh Letnan Kolonel Vance Sumuel Di Sulawesi Selatan Pada Tanggal 2 Maret 1957


Selain Aksi Tidak Puas Oleh Orang Pulau Jawa, Disisi Lain Juga Terjadi Pertikaian Di dalam Tubuh Kabinet Yang Terjadi Antara PNI dengan Masyumi, Dari Pertikaian Ini Mengakibatkan Partai Masyumi Menarik Menteri-Menterinya Karena Tidak Ingin Masalah Ini Berlarut-Larut. Dan Akhirnya karena Kejadian Tersebut Kabinet Ali Sastroamidjojo II Menyerahkan Kekuasaannya Kepada Presiden Pada Tanggal 14 Maret 1957. Baik Kita Masuk Ke Sesi Terakhir Kabinet Masa Demokrasi Liberal >

Kabinet Djuanda 

Kabinet Ini Terjabat Selama 1 Tahun 4 Bulan Yakni Pada Tanggal 9 April 1957 Sampai Dengan 10 April 1958. Terbentuknya Kabinet Ini Memang Dikarenakan Berbagai Macam Kejadian Terjadi, Diantaranya adalah Pembentukan Dewan-Dewan Di Daerah Daerah, Kegagalan Badan Konstituante Dalam Tugasnya Serta Terjadinya Kekosongan Pemerintahan Sehingga Dari Kejadian-Kejadian Diatas Presiden Langsung Menunjuk IR. H. DJuanda (Non Partai) Untuk Membentuk kabinet Yang Baru.

Dan Akhinya Pada Tanggal 9 April 1957 IR. H. Djuanda Berhasil Membentuk Kabinet Dengan Komposisi Kabinet Terdiri Dari IR. H. Djuanda Sebagai Perdana Mentri, Mr. Hardi, Idham Chalid, Dan Dr. J. Leimena Sebagai Wakil Perdana Mentri.

Program yang Di Bentuk Adalah Program yang Terkenal Dengan Sebutan PANCAKARYA atau 5 Pasal, Dari Program Inilah Kabinet Ini Disebut Sebagai Kabinet Karya, Dan Berikut Program-Program Djuanda Tersebut.

  • Membentuk Dewan Nasional
  • Menormalisasi Keadaan Republik
  • Melancarkan Melaksanakan Pembatalan KMB
  • Memperjuangkan Pengembalian Irian Barat
  • Mempergiat Pembangunan


Itu Dia Pembahasan Kita Kali Ini, Jujur Saya Membuat Ini Selama 2 Hari Loh :) Tapi Di Jeda-Jeda. hehe ... Mungkin Hanya Itu Yang Bisa Saya Sampaikan, Apa Yang saya Sampaikan Merupakan Hasil Belajar Saya Di SMK SA Tirtayasa Dengan Mata Pelajaran Sejarah Indonesia. Jika Ada yang Ditanyakan SIlahkan Tanyakan, Jika saya Tau Jawabannya Pasti saya Jawab, Dan Jika Tidak saya Mohon Maaf Sebesar-Besarnya :).


Terima Kasih Atas Kunjungannya

Silahkan Share>
Bagikan ke FACEBOOK

TerkaitKabinet Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal Dan Program Yang di ...

0 komentar:

Post a Comment