Saturday, February 16, 2019

Perbedaan Drama Dan Teater Lengkap Dengan ...

Membahas pelajaran sekolah seputar perbedaan teater dan drama, apa perbedaan drama dan teater, perbedaan drama dengan teater, perbedaan teater dengan drama | drama merupakan salah satu cabang seni yang mana keduanya ditampilkan dengan cara dipersembahkan atau dipentaskan bedanya kalau drama bisa dipentaskan dimanapun kapanpun tanpa memandang lokasi pementasan (bisa dipanggung ataupun di tempat biasa) sedangkan teater hanya ditampilkan dipanggung saja tidak dengan ditempat yang lain.

Sedikit materi tentang teater, Sama halnya dengan drama, Teater ini merupakan salah satu cabang seni yang berkaitan dengan manusia. Pokoknya teater itu membahas tentang manusia mulai dari pola tingkah laku manusia, pandangan hidup manusia, gaya hidup manusia, adat manusia dalam suatu wilayah, cara hidup manusia, persoalan-persoalan manusia, permasalahan-permasalahan manusia dan hal lain yang pada intinya berkaitan dengan menusia.

Perbedaan teater dengan drama sebenarnya tidak jauh beda karena memang keduanya merupakan cabang seni yang kegiatannya adalah menampilkan pertunjukan kepada banyak orang jika itu dilihat dari segi umumnya akan tetapi jika kita melihat atau lihat lebih dalam lagi antara drama dan teater banyak sekali perbedaan yang terletak diantara keduanya, banyak sekali yang menyebabkan kedua cabang ini dibedakan salah satu faktor pembeda yang paling menonjol menurut saya adalah tempat atau lokasi pementasan pertunjukan

Baik untuk mendalami intermission diatas mari kita simak baik-baik perbedaan drama dengan teater berikut

Drama

perbedaan teater dan drama apa perbedaan drama dan teater perbedaan drama dengan teater perbedaan teater dengan Drama perbedaan drama dan teater
Ada empat sifat yang dimiliki sebuah drama, Dan sifat pertama drama tersebut dimulai dengan sifat dibawah ini

Cenderung bersifat realistis dan manusiawi
Drama adalah seni yang mengisahkan tentang manusia, teater juga sama, Yaitu mengisahkan tentang kehidupan manusia, Akan tetapi dalam drama ada istilah realistis, Yang dimaksud realistis adalah nyata, Artinya dalam drama memang mengisahkan tentang manusia dengan aktivitas yang mereka lakukan,

Misalnya mengisahkan tentang orang yang berprofesi sebagai tukang gali kubur setiap harinya maka dalam pementasan drama sesuai dengan judul atau tema dan skenario pengisahannya tersebut, sehingga lokasi, pakaian, tutur bahasanya pun sesuai dengan cerita yang dipentaskan. Sedang arti manusiawi adalah suatu sifat atau karakteristik dari manusia itu sendiri.

Dominasi peranan skenario dan sutradara lebih menonjol
Dalam drama, Peran skenario dan sutradara sangat berpengaruh sekali terhadap kesuksesan pementasan, Skenario merupakan rangkaian cerita atau lakon sandiwara yang berupa adegan-adegan yang telah tersusun secara rinci dalam bentuk tulisan. Dalam drama kita akan mengikuti skenario yang telah dirancang dan hasilnya pun harus sesuai dengan skenario,

Mungkin teman pernah melihat perulangan-perulangan yang dilakukan dalam pembuatan film dikarenakan kesalahan dalam pengucapan, kesalahan dalam gerakan dan lain sebagainya. Itu semua dilakukan karena memang semua sudah terancang dalam skenario drama, misal si a harus berperan antagonis atau protagonis semuanya itu sudah terancang secara rinci dan details dalam skenario

Sedang sutradara dialah yang mengatur jalannya drama, sutradara akan mengarahkan mana posisi yang baik, mimik yang bagus itu bagaimana, sandiwara yang bagus itu bagaimana sehingga hasil nya pun sesuai dengan apa yang diharapkan dalam skenario

Setiap adegan terencana dengan rinci
Sudah dijelaskan sebelumnya di peran skenario. Dalam drama memang harus detail, kenapa? Karena memang drama dalam pementasannya tidak secara langsung berhadapan terhadap audiance (penonton) tetapi drama dilakukan baik lewat tv ataupun youtube atau juga bioskop oleh karena itu dalam pembuatan drama harus dilakukan sebaik mungkin dengan skenario yang telah dibuat. Tetapi ada juga drama yang berhadapan langsung dengan penonton, nah kalo ini beda lagi kaitannya !

Media penyelenggaraan bisa dipanggung atau dalam bentuk film
Kebanyak drama yang berkembang lebih cenderung ke bentuk film, kenapa? Karena memang kebanyakan manusia menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya dan cara ini merupakan cara paling efektif dan efisien jika ingin menjangkau penonton secara universal. Beda dengan pementasan lewat panggung yang hanya menjaukan penonton yang berada di wilayah panggung tersebut dan penonton yang minat dan tertarik, artinya tidak secara keseluruhan.

Teater

perbedaan teater dan drama apa perbedaan drama dan teater perbedaan drama dengan teater perbedaan teater dengan Drama perbedaan drama dan teater
Nah, Kalo teater sendiri ada lima sifat teman, Dan sifat pertama dimulai dengan sifat dibawah ini

Cenderung bersifat kreatif dan sensasional
Dalam teater segala unsur seni diperhatikan baik dari segi penampilan, costum, tema dan juga karakter harus menonjol dari pada drama, mungkin teman pernah melihat teater dengan kostum yang sedemikian rupa dengan rangkaian pernak pernik kostum yang indah, kenapa mereka melakukan sedemikian rupa saat pementasannya karena mereka ingin terlihat sensaional arti sensaional adalah agar audiance (penonton) terangsang emosinya atau agar penonton mereasakan seperti berada dalam kenyataan sesuai dengan cerita yang dikisahkan.

Misal dalam sebuah pementasan teater mengisahkan perjalanan cinta seorang pangeran kerajaan, mereka menampilkan akting akan melakukan sedemikian rupa cara bagaimana agar penonton tertarik dan teransang entah itu dengan costum yang mirip dengan kerajaan, entah tongkat atau alat tunggang pangeran, entah kuda dan lain sebagainya yang pada intinya semua itu dilakukan tujuannya hanya satu yaitu untuk menarik perhatian penonton.

Keberhasilan berada di tangan kebersamaan bukan skenario atau sutradara
Dalam teater berbeda dengan drama, drama sepenuhnya diatur dalam skenario dan sutradara, aktor hanya mengikuti alurnya saja sedangkan dalam teater sama halnya dengan drama ada skenarionya akan tetapi keberhasilan pertunjukan bukan dari skenario dan sutradara tapi karena kerjasama bersama masing-masing aktor,

Dalam teater aktor bebas menyampaikan inspirasinya serta rangkaian gerak bebas yang dapat menarik perhatian penonton, dan juga beground panggungpun dirangkai sedemikian rupa agar menyerupai latar kisah yang sedang di bawakan. Sehingga pantas saja kalau keberhasilan teater dikatakan ada di tangan bersama (aktor, krue dll)

Adegan terencana dengan inprovisasi spontan jika ada kesempatan
Sudah saya katakan tadi diatas, dalam teater seorang aktor bebas melakukan apa yang dia ingin lakukan dengan catatan apa yg dia lakukan bisa mensukseskan pertunjukan, arti inprovisasi spontan adalah pembuatan sesuatu yang dilakukan berdasarkan bahan yang ada secara langsung tanpa rencana. Misal dlam skenarion tidak ada unsur lawakan nah dikarnakan saat itu ada sesuatu yang lucu dan menarik maka saat itu seorang aktor melakukan sesuatu yang berhubungan dengan lawakan.

Media penyelenggaraan langsung di panggung atau digedung pertunjukan
Dalam pementasan teater hanya bisa dilakukan di panggun atau gedung pertunjukan, kenapa demikian? Karena memang dalam teater lebih kreatif dan sangat bersensasi dalam penampilannya dibandingkan dengan drama. Unsur mimik, beground costum dan unsur internal dan eksternal teater semuanya tersusun dengan penuh kekreatifan, cara inilah yang dapat menarik penonton, bukan hanya menarik akan tetapi penonton bisa merasakan kenyataan dalam cerita yang sedang dibawakan.
Nah itu dia tentang perbedaan drama dengan teater, sebenarnya masih banyak kanyanya, Tapi hanya itu yang saya pelajari, Dan saya rasa tidak perlu banyak asal kita mengerti intinya saja, Benar bukan?
Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila kata-kata kurang dimengerti dan difahami, jika ada yang ditanyakan maka tanyakanlah dibagian kontak saya, Dan insya allah jika saya bisa menjawabnya akan saya jawab dan jika tidak saya mohon maklumnya

Sekian dari saya dan terima kasih #Selamat belajar
Bagikan ke FACEBOOK

TerkaitPerbedaan Drama Dan Teater Lengkap Dengan ...

0 komentar:

Post a Comment